Kalau Saja

Kalau saja gila bisa dipesan dan dibeli, aku akan memesannya satu untukku.

Kalau saja sepi bisa dipajang dan dikagumi, orang-orang pasti akan mengelilingi etalase yang kubuat.

Kalau saja sedih bisa dirajut, pasti sudah jadi satu buah lemari berisi baju rajutanku sendiri.

Kalau saja amarah bisa dijadikan olesan seperti margarine, aku akan mengolesinya pada roti sarapan pagiku.

Kalau saja pecundang bisa menjadi idola remaja, aku pasti seorang superstar atau Diva.

Kalau saja rasa takut bisa di rangkai menjadi sebuah kalung, sudah berat pasti leher ini dengan sejuta kalung-kalung yang kurangkai.

Kalau saja cinta bisa berwujud seperti manusia, berita dikoran pasti sudah penuh dengan berita bahwa aku membunuh seseorang.

Kalau saja kekecewaan bisa ditimbun seperti beras, pasti aku akan seperti juragan beras terbesar sejagat raya.

Kalau saja penasaran ini bisa digantikan dengan warna dan bentuk, lukisan abstrak yang tidak jelas bentuknya akan laku keras dipasaran dan aku menjadi pelukis terkenal.

Kalau saja ingatan bisa di ganti warna, akan ku ganti ingatanku dengan warna hitam agar tidak ada lagi yang bisa dilihat.

Kalau saja aku bisa membalikkan waktu, sudah pasti akan kupilih waktu disaat aku tidak mengenalnya.

Kalau saja dia bisa melihat apa yang kurasa, dia akan memilih untuk buta dan bergantung pada tongkat.

Kalau saja semua ini tidak terjadi, aku akan bahagia. Aku yakin itu!! Tapi itu semua, kalau saja…!

Leave a Reply