Kenapa jadi Durian yang Salah?

7 Aug 06

Ternyata dulu waktu gw kecil katanya gw seneng banget sama yang namanya “DURIAN”, how come….??? Kenapa gw enggak inget sama sekali ya kalau pernah suka sama buah yang sekarang bisa bikin gw mual dan pusing dengan hanya mencium baunya. Mungkin ada satu peristiwa atau kejadian yang bikin gw jadi menghindari banget buah yang kata hampir semua orang buah teruueeennaaakkk sedunia.

Sama seperti gw yang jadi tiba2 benci sama “ROTI ISI KELAPA”. Dulu kejadiannya terjadi sebelum kepergian Eyang Kakung gw. Enggak tau kenapa siang itu gw rebutan “ROTI ISI KELAPA” yang dibeli sama Eyang sendiri, dulu itu mungkin memang Eyang Cuma bercanda tapi gw sempet marah, sampai pada malam harinya, dia pergi… selamanya dan buat anak sekecil gw yang begitu disayang dan menyayangi dia, menjadikan itu satu trauma yang gw sendiri tidak sadari.

Banyak sekali kejadian2 yang mungkin terjadi tanpa kita sadari dan menjadikan itu suatu hal yang nantinya akan kita benci atau kita hindari, dan sekali lagi gw bilang, mungkin ini tidak akan kita sadari.

Itu terjadi sama gw. Berkali-kali, dan tidak sekalipun gw sadari. Setelah gw meluangkan sedikit waktu untuk melihat lagi apa yang sudah terjadi selama ini (entah dengan berbagai cara gw melihat lagi kebelakang), gw mendapatkan jawaban, BODOH…!!!. Itu jawaban satu-satunya yang gw rasa masuk akal.

Setelah sekian tahun gw mendedikasikan hati gw, seperti layaknya seorang guru mendedikasikan waktunya untuk muridnya tercinta, hanya kehampaan yang gw terima, karena ada sesuatu yang tiba2 menjadikan kebencian bagi gw. Perasaan takut sepi dan marah pada apa yang sudah terjadi membuat gw membuang semua hal yang baik dari diri gw sendiri. Membuang satu2nya akal sehat yang gw punya. Membuang semua kesempatan emas yang gw dapatkan dan membuang semua cinta yang ditujukan pada diri gw.

See, benar kan apa yang gw bilang barusan, kalau jawabannya hanya, BODOH..!?

Tapi gw tidak akan melimpahkan semua kesalahan pada satu frase kata kalau kita manusia yang tidak sempurna. Ya, memang kita tidak sempurna, tapi semua itu terjadi karena gw yang memulai dan gw yang menciptakan. Kita tidak bisa menyalahkan pada tanah yang buruk sehingga hasil yang dibuat oleh tukang tembikar itu jelek. Tapi bukannya semua itu juga tergantung pada keahlian tukang tersebut untuk membuat sesuatu yang indah dari hal yang buruk sekalipun?

Gw terlalu naïf untuk melihat segala sesuatu hanya berdasarkan apa yang mau gw lihat. Gw tidak menyadari ada hal-hal lain yang menjadi faktor pendukung atas segala hal.

One Response to “Kenapa jadi Durian yang Salah?”

  1. Sondi Says:

    awal dari kebijaksanaan adalah pemahaman akan diri sendiri

Leave a Reply