Permainan Kata
4 April 2006
Bisakah kukatakan bahwa kita sedang dalam permainan kata?
kata-kata yang selalu membuat kita berdua bingung, bisa kah aku tahu bahwa apa yang terucap lewat bibirmu itu sesuai dengan apa yang tertulis dihatimu? Entahlah hanya tukang bajaj yang tau…
Kalau pacaran udah enggak lucu….
memang kita tidak akan pernah bisa sebagai pacar, tapi tau kah dia tanpa kita sebutkan kata2 itu, arti kita berdua sudah lebih dari itu? taukah dia bahwa bau kita sudah lebih dari itu?? hah !! sampai kapanpun dia tidak akan pernah mengerti.
Aku malah kasihan kalau ada yang bersikap seperti itu, aku tidak ingin menghindar dan ingin menghadapinya secara dewasa.
Huh!! taukah dia bagaimana caranya bersikap seperti orang dewasa? dengan tidak menghindar? tapi tetap membiarkan semuanya berjalan seperti yang ku mau??? membiarkan rasa sakitku semakin hari semakin lebar dan bisa menutupi satu jakarta ini? tahukah dia bahwa suatu saat aku akan mati disampingnya dengan membawa beban perasaan ini? tahukah dia bahwa suatu hari aku akan berdiri mematung dengan kehilangan semua rasa? dia tidak takut bahwa suatu hari semua itu akan benar2 terjadi? apakah dia akan bertanggung jawab? hmm tentu tidak, bukankah sudah dia katakan dari awal bahwa sampai kapanpun perasaan itu tidak akan berubah dan artiku hanya sekedar orang yang bisa dijadikan sandaran tapi bukan orang yang bisa digenggam menuju masa depan…!
Kini aku hanya bisa berdiri tegak disampingnya membiarkan pundakku menjadi sandarannya….diam dan mencoba selalu tersenyum sambil mengatakan pada diriku sendiri; BODOH….!!!!
April 10th, 2006 at 6:23 am
“Entahlah hanya tukang bajaj yang tau…”
Kenapa mesti tukang Bajaj.. kenapa sih ga pake tukang2 yang laen.. tukang sayur, tukang ojek, ato tukang loak misalnya??
[sensi; MODE ON]