Archive for April, 2006

Puisi enggak tau dari mana

Friday, April 28th, 2006

28th April 2006

Gw enggak tau dapet puisi ini dari siapa? tapi yang jelas dia ini yang ngirim dulu banget adalah Gebetan gw di MIRC….hihiih jadul banget, jaman2 masih seneng ceting euy….. tp it’s beautiful and worth to read buat siapa aja yang mungkin lagi kasmaran….(cieeeehh…..)

Gorgeous Love

I’d break the bonds of time and space

And live through every harm

Just to see your lovely face

And hold you in my arms

I’d lose everything I had

Just to let you see

That on this earth I’ll need nothing

As long as you’re with me

A world apart, a breath away

Or just in the next room

My love will stay always fresh

And pure as a springtime orchid’s bloom

I do not need to see your face

Or hear your voice to know

That everyday upon this earth

My love for you will grow

In the end we will not end

In death we will not die;

For nothing will ever break the bond

That fastens you and I

Dance with me on ivory clouds

Swim with me in a sunlit sea

Walk with me in a shadowed glen

In spirit always be with me.

I’ll over you a stronger love

Than you ever known,

And take you up to a greater height

Than you were ever shown

I’ll give to you all that I am

And all I’ll ever be

As long as you keep my heart safe

And stay madly in love with me

Dia

Friday, April 28th, 2006

DIA

Kata-kata ini kutujukan untuk DIA;

Dia yang pernah menemani hari-hariku,

Dia yang pernah membuatku tertawa,

Dia yang pernah membuatku termenung,

Dia yang pernah membuatku menolak kata hatiku sendiri,

Dia yang pernah membuatku bermimpi, dan setiap saat ingin kembali bermimpi,

Dia yang pernah memberikan warna pada hari-hari kosongku,

Dia yang pernah membuatku hampir mati karena rindu,

Dia yang pernah menarikku ke dunia yang dalam dan penuh duka,

Dia yang pernah mengajarkanku membenci untuk pertama kalinya,

Dia yang pernah mengenalkanku kepada pahit dan manisnya cinta,

Dia yang pernah menjabarkan arti sabar dan mengerti,

Dia yang pernah membuatku merasakan cemburu,

Sekali lagi, kata-kata ini kutujukan untuk DIA;

Dia yang tidak lagi bisa kurengkuh,

Dia yang tidak lagi ku lihat senyumnya,

Dia yang tidak lagi kudengar tawanya,

Dia yang tidak lagi mau berbagi rasa dengan ku

Dia yang tidak lagi bisa ku benci,

Dia yang tidak lagi bisa ku rindu,

Dia yang tidak lagi bisa ku tunggu.

DIA!

Dia yang selama ini selalu menjadi bayanganku.

Friday, April 28th, 2006

28th April 2006

Pagi ini aku bangun didahului oleh sesosok hitam yang tiba2 pergi dari ku, menjauh dan sedikitpun tidak menoleh. Tidak memberikan sedikit pun kesempatan untuk ku melihat seperti apa wajah yang sudah meninggalkanku sendirian pagi ini. Hanya punggungnya yang terlihat, dan itupun terlihat teramat sedih.

Aku terduduk dan terdiam, mengapa ia kelihatan begitu sedih? Mengapa punggungnya saja bisa melukiskan dan membuatku merasa dia dalam kesedihan yang amat dalam. Sedalam apa aku pun belum tahu, tapi sepertinya kalau ada yang terjatuh kedalamnya ia tidak akan bisa kembali.

Malas rasanya beranjak dan bergegas untuk pergi ke kantor. Mandipun rasanya enggan. Sekali lagi aku tertegun, mengapa akhir2 ini aku selalu melihat sosok kesedihan? Mengapa akhir2 ini aku selalu merasakan kesedihan yang sepertinya bukan keluar dari diriku? Apakah aku berubah menjadi seorang dukun yang bisa tau perasaan orang tapi terbatas hanya perasaan sedih saja? Hmm kalau memang benar, malang sekali nasibku!

Ingin rasanya melepas semua yang sekarang ku miliki, tapi, the big question is apa yang kupunya? Apa yang bisa kulepaskan? Apa yang bisa kujual sehingga hariku akan lebih ringan, akan lebih membahagiakan?

Mengapa aku lebih mudah menggambarkan kesedihan dibanding memberitakan kebahagiaanku sendiri? Mengapa aku lebih mudah menceritakan tiap titik air mata yang turun dibanding dengan mengerti tiap sudut senyum atau tawa yang tergambar di wajahku setiap harinya?

Apa yang aku tunggu hari ini? Apa yang akan aku jelang hari ini? Apa yang akan aku hadapi hari ini? Mengapa sepertinya aku tidak akan pernah siap menghadapi apa yang ada didepanku hari ini dan esok?

Ada begitu banyak pertanyaan demi pertanyaan selama ini yang lalu lalang didepanku

Tidak dihargai….huh…!!

Thursday, April 13th, 2006

13 April 2006

Sial…!! kemarin dia liat tulisan2 gw malah diketawain….huh..! katanya ‘deuuuu hari gini masih nulis diary…’ emangnya gw anak esde??????

ini bukan diary tapi blogger tauuuuuuuuuuu………!!!

tidak menghargai otak gw dia…..!!! dasar…!

Dupan….

Tuesday, April 11th, 2006

Dupan…..hihihi udah lama banget gw enggak ke dupan….

waktu itu enggak tau mau kemana akhirnya nyangkut di dupan hehehehhehee sampe sana yang ada ngantri doang trus udah naik pula masuknya jadi 70 ribu ck…ck…ck…ck…

Sampe sana udah sekitar jam 12 lebih trus permainan pertama langsung halilintar (kenapa gw milih itu yah??? dodol….) abis itu muter2 ampe jam setengah 8 gitu deh, udah basah, capek (capek antri doang….). Ada permainan baru yang bikin betis gw segede gaban….antrinya booooooo……. tapi yah worth it lah gw bisa ngakak…..hihihihihihih sekaligus tereak2…masa main mobil senggol tereak2?? salah kondisi gak seeeh?????

Permainan Kata

Tuesday, April 4th, 2006

4 April 2006

Bisakah kukatakan bahwa kita sedang dalam permainan kata?

kata-kata yang selalu membuat kita berdua bingung, bisa kah aku tahu bahwa apa yang terucap lewat bibirmu itu sesuai dengan apa yang tertulis dihatimu? Entahlah hanya tukang bajaj yang tau…

Kalau pacaran udah enggak lucu….

memang kita tidak akan pernah bisa sebagai pacar, tapi tau kah dia tanpa kita sebutkan kata2 itu, arti kita berdua sudah lebih dari itu? taukah dia bahwa bau kita sudah lebih dari itu?? hah !! sampai kapanpun dia tidak akan pernah mengerti.

Aku malah kasihan kalau ada yang bersikap seperti itu, aku tidak ingin menghindar dan ingin menghadapinya secara dewasa.

Huh!! taukah dia bagaimana caranya bersikap seperti orang dewasa? dengan tidak menghindar? tapi tetap membiarkan semuanya berjalan seperti yang ku mau??? membiarkan rasa sakitku semakin hari semakin lebar dan bisa menutupi satu jakarta ini? tahukah dia bahwa suatu saat aku akan mati disampingnya dengan membawa beban perasaan ini? tahukah dia bahwa suatu hari aku akan berdiri mematung dengan kehilangan semua rasa? dia tidak takut bahwa suatu hari semua itu akan benar2 terjadi? apakah dia akan bertanggung jawab? hmm tentu tidak, bukankah sudah dia katakan dari awal bahwa sampai kapanpun perasaan itu tidak akan berubah dan artiku hanya sekedar orang yang bisa dijadikan sandaran tapi bukan orang yang bisa digenggam menuju masa depan…!

Kini aku hanya bisa berdiri tegak disampingnya membiarkan pundakku menjadi sandarannya….diam dan mencoba selalu tersenyum sambil mengatakan pada diriku sendiri; BODOH….!!!!