Archive for March, 2006

Bilyard oh bilyard…..

Sunday, March 26th, 2006

27th March 2006

Yang bener tuh tulisannya Bilyard ato billyard sih?? enivei…. udah 3 kali gw dateng ke Tendean Bilyard, dan finally berkat kecentilan Ria maniez…berhasil lah kita kenalan sama salah satu wasit di Tendean (bola ato apa sih??kok wasit?)

Anak baru gede heehehehehhe baru sekitar 22/23 tahun, tapi gw akuin kalo senyum maniez….hehehehhhehe

Tanya sana-tanya sini, akhirnya kita akrab sama anak ini. Tapi, ya dasar nasib gw jadi messengernya si Ria untuk minta2 nomer telfon dan tanya2 info diri hauhauhauhauhauhaua…..tapi kok malah itu anak jadi deketnya sama gw???

Ria, dia minta nomer telfon gw tuh…..gw kasih enggak ya???? hahahahha buat a’a sorry atuh om….kita pan cuma bercanda aja…enggak serius kok….

Kosong dan kosong

Sunday, March 26th, 2006

(note awal ada di blogger…tapi gw pindah kesini biar semua bisa ikutan baca….)

Kosong dan kosong

Kantor Kosong, 16 Desember 2005

Kepingan itu akhirnya bisa kurekatkan satu persatu. Meskipun tidak kulihat lagi kekolong-kolong apakah masih ada yang tertinggal atau tidak, tapi setidaknya bentuknya sudah seperti semula, yah miriplah seperti semula.

Setelah kuperhatikan lebih seksama, mengapa bentuknya kadang seperti kambing, hmm tidak, seperti sekumpulan kotoran yang bergumul menjadi satu. Apa yang salah?? Dimana yang salah??

Ingin rasanya kubongkar lagi bentuk kepingan tidak beraturan itu agar dia menjadi bentuk yang indah, tapi kenapa susah? Akh, akhirnya kuputuskan untuk kutinggal saja sementara dia disana, buruk dan tak terurus.

Akhir minggu kemarin, kutemui lagi orang yang membuat kepingan2 itu berserakan dan susah di rekatkan. Aku takut dia akan membawa palu besar dan menghancurkannya sekali lagi. Ku rayu dia dengan segala rayuan yang ada dibuku panduan "Cara Merayu Pembunuh", sampai akhirnya dia menyerah dan bahkan mulai membantuku membersihkan sisa2 kotoran yang menempel dibeberapa kepingan itu.

Walau dengan berat hati - aku tau dia berat hati dari raut mukanya yang sedikit tegang dan enggan - dia mendekatiku dan mengatakan, "Terima kasih!". Seperti dihantam ribuan truk yang melaju dengan cepat, aku yang gantian hancur berkeping-keping. Sial, apa artinya Terima kasih yang diucapkannya dengan pelan itu? Apa maunya dengan mengucapkan kata-kata itu? Ada aroma keterpaksaan tercium dihidungku. Aroma yang tidak kusuka dan yang paling kuhindari.

Ia duduk dan tertawa sejenak sebelum kemudian bangkit, mengelus kepalaku -seperti mengelus anak anjing yang baik-, dan pergi. Dia terbang bersama burung besi raksasa yang dalam hitungan detik bisa hilang ditelan langit.

Byaaarrr….! kepingan itu hancur lagi tanpa ada sedikit pun yang menyentuhnya. Entah mengapa, disini sekarang aku duduk, kembali ke fase awal dimana kepingan itu bentuknya jadi buruk dan menyebalkan.

Sekali lagi..!!

Friday, March 24th, 2006

Bersamanya ku coba berdiri, sekali lagi!

Bersamanya ku coba bertahan, sekali lagi!

Bersamanya ku coba tersenyum, sekali lagi!

Bersamanya ku coba tegar, sekali lagi!

Bersamanya ku coba hidup, sekali lagi!

Bersamanya ku coba merangkai asa, sekali lagi!

Bersamanya ku coba tertawa, sekali lagi!

Bersamanya pula aku jatuh dan mati!!

Mene Ketehe…..???

Tuesday, March 21st, 2006

21st March 2006

gw boring euy, gak tau mau ngapain…..!!!