Archive for August, 2005

Another conversation with Shadow

Wednesday, August 31st, 2005

…….

….

Shadow (8/31/200510:01:05 AM): kamu terlalu romantis

oktavira_g (8/31/200510:01:19 AM): bukannya terlalu gampang di begoin?

Shadow (8/31/200510:01:56 AM): justru itu saking terlalunya romantis sampai kehilangan kontrol

Shadow (8/31/200510:02:34 AM): romantis itu sifat yang mendambakan sesuatu dan menutup mata atas semua realitas

Shadow (8/31/200510:03:06 AM): forget him and back down to the earth

Shadow (8/31/200510:03:36 AM): saran gue sih

oktavira_g (8/31/200510:05:44 AM): hmmm itu kayaknya saran semua temen2 gw

oktavira_g (8/31/2005 10:06:15 AM): karena dia memanfaatkan gw gitu?

Shadow (8/31/2005 10:06:51 AM): yup

Shadow (8/31/2005 10:07:17 AM): aku sih percaya ’siapa yang nanam padi akan tumbuh padi’

Shadow (8/31/2005 10:07:20 AM): sebuah hukum alam

Shadow (8/31/2005 10:07:41 AM): suatu saat nanti kita semua akan menuai apa yg kita kerjakan skrg

oktavira_g (8/31/200510:07:45 AM): trus konteks ke guenya gimana?

Shadow (8/31/200510:08:12 AM): kita berbuat baik, mudah2an dapat baik

oktavira_g (8/31/200510:08:16 AM): amien

Shadow (8/31/200510:09:20 AM): kita nyusahin org pasti akan disusahin org

….

…..

…..

bla..bla..bla…

percakapan diatas membuatku melayangkan satu lembar surat yang mungkin tidak akan pernah sampai ke penerimanya:

I have to let you go, no matter what, I should firm and let you go. Don’t ever back to my life, ever! God, please don’t let him back and ruin my life… please, I miss him so much but I want him out of my life.

Melupakan dan dilupakan, semudah membalikkan telapak tangan kah? pastinya tidak! mungkin seperti membalikkan gunung api besar. huh! berlebihan…

I remember you

Monday, August 29th, 2005

Hari ini lagi-lagi kulakukan hal yang bodoh! Termenung sendiri, hmm tidak, tepatnya aku berada di tempat umum, sendirian, ditemani rokok, sedikit junk food, dan laptop setia ini (setiakah laptopku ini? Entah lah, belum kuuji kesetiaannya). Sedikitnya ada beberapa kata-kata yang ingin kukeluarkan dari otak ini sejak berminggu-minggu yang lalu.

Kembali peristiwa dulu terulang, tapi kali ini permintaan ‘aneh’ itu keluar begitu saja dari mulutku, dan jawaban yang sudah kutebak sebelumnya dikeluarkan juga, “Jangan, gue enggak mau ngecewain loe lagi, gue enggak mau pake hati dan loe kecewa sama gue! Loe teman terbaik yang pernah gue punya dan gue enggak mau kalau kita lebih dari sekedar teman lalu kita pisah, gue akan jauh dari loe!”

Damn! Jawaban klise yang sudah aku duga. Dukun? Tidak juga, tapi lebih karena aku tau dia, lebih dari apa pun dan siapa pun. Tapi tetap mengapa aku memberanikan mengeluarkan permintaan itu? Permintaan sederhana yang memang tidak mungkin lagi kudapat, tapi tetap kuminta. Aku hanya ingin mengecupnya, menciumnya seperti dulu. Kubodoh-bodohi diriku di sepanjang jalan

kota

yang sangat aku rindu,

Bandung

.

Kota

yang penuh kenangan-kenangan Manis dan pahitku, entah bersamanya atau bukan.

“Loe itu udah kayak adik gue sendiri, kenapa sih permintaan loe itu aneh?”

Ingin rasanya saat itu aku berteriak ditelinganya: “I just miss you, that’s all! Is that a big sin for you?” Tapi tidak, yang kulakukan hanya diam dan meminta maaf. Kukatakan sudah sejak lama ku tinggalkan perasaan itu mati dilubuk hatiku, sudah ku terlantarkan perasaan itu dipadang gurun terjauh, aku tahu dan aku paham, bahwa garis kita tidak akan pernah bisa bertemu. Andai aku bisa seperti tikus tanah, ingin rasanya kugali gorong-gorong dan kupendam kepalaku disana.

Pembicaraan berlanjut lewat short msg yang dia kirim, “kita bicarakan hal yang tadi lain hari, kepala gue lagi buntu!” Huh! Tidak tahukah dia bahwa bahkan hatiku juga sudah ikutan buntu?

Kesempatan itu datang lagi, memang kalau kesempatan yang ‘mengundang’ pasti akan selalu ada disela-sela kesibukan. Another weekend gue lalui bersamanya (dan kebetulan bersama yang lain juga….). Saat itu dia yang terlebih dahulu membuka topik pembicaraan. Topik yang sebenarnya kuhindari karena aku tidak mau mengulang hasrat ingin menguburkan diri setelah membahasnya.

Akhir perdebatan (atau diskusi ya????) kudapati hasil yang membuatku tertawa geli. Hampir ku tinggal tidur orang yang berada disisiku malam itu (atau lebih tepatnya dini hari itu ya???) Aku tetap tidak mendapatkan permintaanku yang terakhir, tetapi ganti dari permintaan itu yang membuatku tidak ingin pulang keesokan harinya.

“Satu kali ini saja, gue akan lewatkan sama loe, dan khusus sama loe! Tapi ingat, tetap gue enggak mau pake hati, kita hanya kembali sejenak ke masa lalu! Gue mau loe senang!” (wah apa ya yang dia berikan untukku hari itu?)

So, I spent my precious moment with him. A moment, yang ku kira tak akan pernah kudapatkan lagi dari dia.

Back to what he was said to me,  kalau dia enggak mau ada yang lebih dari hubungan kita dan lebih baik seperti ini saja (entah sampai kapan) kalau tidak mau saling kehilangan.

Haruskah aku merasa tersanjung, bahwa sampai kapanpun dia tidak mau jauh dan kehilanganku? Atau haruskah aku merasa terhina karena itu lah jawaban dia untuk menolak mentah-mentah diriku? Entah, dan aku sungguh tidak mengerti hingga kini.

Selang sekitar satu hari dari peristiwa itu, kejadian aneh ku alami lagi. Dia mulai aneh, dia mulai meminta hal yang tidak pernah kubayangkan akan keluar dari mulutnya. “Gue males pulang kerumah!” pikiranku melayang, membayangkan apa yang terjadi pada dirinya. Padahal, tidak terbesit sedikitpun pikiran jelek dikepalaku. “Minum  yuk!” jawaban yang kuterima ketika ku Tanya ada apa. “Dziigh!!” serasa dihantam palu kepalaku rasanya. Betulkah dia yang ada di depanku saat ini? Sungguh?? Entah lah, aneh rasanya. Tapi tetap kuturuti, karena aku tahu pasti ada sesuatu yang mengganjal hatinya sampai dia mengucapkan itu. Pasti!

“Ok, kita mau kemana??”

Dan malam itu berakhir dengan seribu tanda Tanya dikepalaku.

Sebagian kepalaku mengatakan “Akhirnya, dia kembali percaya kepadaku. Kembali dia ungkapkan semua yang mengganjal hatinya selama ini. Tapi, sebagian dari hatiku yang paling dalam tiba-tiba sedih. Sedih pada saat memandang wajahnya yang penuh rahasia terpancar pada saat dia tertidur pulas.

Inikah yang aku mau? Inikah yang aku cari selama ini? Sepertinya tidak, walaupun egoku rasanya ingin berteriak, “Lebih baik aku tinggal bersamanya hingga siang! Aku tidak ingin kembali!!!”. Kesedihanku menyeretku pergi meninggalkan dia sendirian. Begitu banyak penderitaan yang dia alami, dan aku ingin dia bagi bersamaku.

Apakah aku masih mempunyai rasa itu? Rasa yang dulu membuatnya menjauh dariku? Inikah yang dinamakan cinta buta? Cinta yang tidak memandang apakah aku menderita karenanya atau tidak? Cinta yang tidak memandang apakah dia menerimanya atau tidak? Cinta yang tidak memandang apapun? Situasi apa pun? Tidak! Rasa itu tidak pernah ada lagi, rasa itu tidak akan pernah berani kembali hadir!

Aku ingin jauh darimu, tapi tidak sekarang, tunggu sampai aku siap. Entah kapan……

??????

Sunday, August 28th, 2005

My place,

25th August 2005

Tidak ada pekerjaan lain yang lebih menyenangkan dibanding dengan memandang jauh kedepan seolah-olah dia berdiri disana. Melemparkan semua ingatan akan dirinya di depan sebuah truk besar ditengah jalan, biar tertabrak dan mati.

Tidak ada lagi situasi yang menyebalkan selain duduk diam dengan jari2 diatas tuts komputer tanpa tau mau menulis apa, bahkan untuk merusakkan tuts itu pun tidak pernah terlintas sedikitpun.

Seolah ada yang hilang dan tidak akan kembali. Perasaan kehilangan separuh, hmm tidak, tapi semua jiwaku membuatku merasa seperti mayat hidup yang tidak ada sedikitpun kehidupan didalamnya. Kosong dan hampa, selalu itu yang aku rasakan.

Aku sedikit kehilangan tawa garing yang sering kita ciptakan bersama, cerita-cerita atau bahkan khayalan-khayalan konyol yang sering kita bagi, ejekan-ejekan yang sering kita lontarkan, detik2 kosong yang kita lewati bersama dan tanpa suara, diskusi berat dan membosankan yang sering membuat kita akhirnya merubah topik pembicaraan, obrolan berjam-jam yang sering kita buat untuk tetap bisa bersama, kesedihan-kesedihan dan kegembiraan yang kita rajut satu persatu dari sekian tahun yang lalu. Saling mengisi kekosongan dengan hal-hal kosong yang selalu kurindukan.

Dia telah pergi dan entah kapan kembali, seakan-akan benang itu terputus dan tidak bisa lagi ditalikan atau disambung.

Mungkin mereka diluar

sana

akan berkata untuk membeli benang baru atau bahkan mulai melirik benang2 lama yang sudah terlupakan, tapi terlalu melelahkan untukku lakukan sekarang, saat ini dan detik ini juga.

Biarkan itu berlalu dan berikan waktu untuk hal yang lain.

Yang aku butuhkan saat ini hanya duduk dan diam disampingnya dan bukan dipangkuannya. Sedang apa dia sekarang? Sudah kah dia mempunya teman berbincang yang lain? Atau mungkin sedang berbunga-bunga memikirkan seseorang – yang tentunya bukan aku – apa yang ada dipikirannya sekarang? Adakah sesuatu yang dipikirkannya atau seseorang? Berikan aku waktu sebentar saja untuk menyentuh dan melihat senyumnya.

Email from my Best Buddy

Wednesday, August 3rd, 2005

Ini email yang enggak akan pernah gue lupain…..

I’ll see you again some other time my buddy, good luck for you, I hope you’ll find what you’ve been looking for all this time….

Hope things will be better and better…..

Note: bacanya mulai dari email yang paling bawah ya…hehehehhe yang paling atas adalah balasan email gue yang terakhir….

Date: Tue, 2 Aug 2005 14:09:38 +0100 (BST)
From: "Ira" <oktavira_g@yahoo.com>  Add to Address BookAdd to Address Book
Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoo.com. Learn more
Subject: Re: Balasan: test deh
To: Send an Instant Message "muchtar meidji" <muchtar1501@yahoo.co.id>

Kepada Bapak Muchtar Meidji yang terhormat…..
(hormaaaattt….graaakkk…)

Gue enggak tau mesti ngomong apa (digambar aja kali
yah??? tapi gue gak pinter ngegambar….) tapi yang
jelas loe udah tau apa yang ada diotak gue, kita main
terlalu lama dan terlalu banyak yang kita tau masing2
kan?????, dulu inget enggak pertama kali kita ngobrol
panjang setelah masa musuhan kita? Gue bilang apapun
akan gue lakukan untuk menebus kesalahan gue yang dulu
sama loe.

Ini mungkin salah satu penebusan dosa gue ke loe,
enggak tau kenapa gue ngerasa wajib aja bantuin loe,
ada disamping loe, ngehibur loe, nyelain loe (gue
bukan yang sering di celain???????).

Gue seneng kok direpotin sama loe, itu berarti gue
punya arti yang penting buat loe (penting buat
direpotin ehhehehehe) meskipun sekarang gue enggak
bisa bantu banyak karena kondisi gue sekarang, tetep
aja gue berharap bisa tetep bantuin loe. bukan secara
financial doang tapi mungkin ya bantuan yang lain,
kayak nemenin loe (meskipun keseringan bingung mo
ngapain dan kemana ehhehehehehhee).

Enivveeeii…(Indi baren style….), apapun yang
terjadi gue akan selalu terbuka buat loe. Apapun yang
gue bisa bantu pasti gue bantu loe meskipun nanti loe
jauh. Yang gue harap cuma loe bisa juga terbuka sama
gue dan mau bantuin gue seperti gue ke loe (bukan cuma
soal duit tapi yang lainnya juga dong ooomm….).

Siapa tau ntar gue bisa nyusul loe ya ke Batam
hehehehe ngabur :) dan loe mesti siap nampung gue kalo
gue dateng okeh???? segala akommodasi mesti ditanggung
heiheiheiheihiehe ….(alllaahhh…).

Ya udah hari jum’at kita ketemu sekalian gue kasih
tiket ke loe dan hari sabtunya boleh kan gue nganter
loe meskipun ntarnya loe bareng kakak loe???

Ceker yah….eh teker….

Ira

— muchtar meidji <muchtar1501@yahoo.co.id> wrote:

> Terima kasih anda telah menulis email kepada
> kami…Thank u for writing email to us…Danke Ihnen
> fuer Emailschicken zu Uns…!!! Utk bhs.Indonesia
> tekan 1, for english press 2..ingin tekan yg lain
> itu terserah anda!! alaaahhh…

> Kenapa sedih neng, pan justru bagus kalo ga ada gue
> jd ga ada yg ngrepotin elo lagi, bkn begitu pan..!!
> Justru gue yg sedih slama ini udah banyak nyusahin
> elo, apalagi disaat skr ini elo lg ga punya uang gue
> ga bisa ngebantu elo, paling ga ya ngebuat elo
> seneng lah…

> Ga tau nih gue jg lg binun dgn diri gue sendiri,
> kadang gue merenung apa yg sebenarnya gue mau dlm
> menjalani hidup gue ini, tapi ampe skr gue belom
> menemukan jawaban itu..apa sih mau elo tar?!..( ini
> dialog sinetron "Ada Apa Dengan Mu Tar?? bkn
> Mukhtar" )

> Mungkin terlalu klise & basi kalo gue bilang "Ga
> bakalan gue lupain elo Ir..!!", tapi asli gue ga
> akan nglupain orang yg slalu ada disaat gue susah
> ataupun senang ( kapan gue pernah seneng sih?!), dan
> elo slalu ngebantu gue, bikin seneng gue dan masih
> banyak lg deh pokoke…
> Gue jg ga tau kapan gue bisa bales semua kebaikan
> elo ( Ira berkata:" Ya kapan2 aja deh yg penting
> DUIT gue balikin doolooo, jgn dilupain ya boo!!"
> hehehe)…
> Oh itu pasti Ir, gue akan balikin utang2 gue ama elo
> meskipun dengan dicicil…gue ga mau nanti  kalo
> mati meninggalkan utang ( seremm boo katanya didalam
> kubur yg nagih depcollectornya malaikat..)

> Ya sudahlah liat aja apa yg terjadi nanti, gue akan
> jalani hidup ini bagaikan air mengalir aja…eh tapi
> kalo ada batu gede gue pasti ngelesss, cape boo
> kejedot muluuu…

> Eh ngomong2 kapan gue brangkat ya?!..gue udah ga
> betah nih di rumah..rencana sih hari sabtu atau
> minggu..

> oke deh ntar kita sambung lagi…eh kapan kita
> ketemu nih untuk acara perpisahan?? ceeiileee kaya
> yg mo ke irak aja..


> See U yee


>
> Ira <oktavira_g@yahoo.com> menulis:
> sesuai dengan permintaan saudara pada tanggal 28
> July
> 05, pukul 17:11:59 dengan ini gue kirim email
> ehheheheheheh biar kalo loe minggat dari Jakarta
> masih
> tetep bisa kontak2an ama gue yah…
>
> ihik sedih ngebayangin loe bakalan jauh banged…
> tapi
> it’s okay…yang penting loe bisa senang dan cuma
> itu
> yang gue mau..
>
> klu udah senang jangan lupain gue ya….
>
> Thanks
>